TSM Vs TDM

Oleh : Edi Nursalam, SE,ATD,MsTR (Widyaiswara Ahli Madya)

TSM atau Transport Demand Management dan TDM atau Transport Demand Management adalah dua pendekatan utama yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan transportasi seperti terjadinya kemacetan lalu lintas disuatu kota. TSM lebih mengutamakan penyelesaian masalah transportasi dari sisi suplai atau penawaran dengan jalan menyediakan infrastruktur atau prasarana sebanyak-banyaknya untuk menghasilkan kapasitas sebesar mungkin guna menampung pertumbuhan permintaan akan transportasi. Sedangkan TDM lebih mengutamakan pendekatan mengelola demand atau permintaan angkutan agar tidak terus meningkat shingga tidak melebihi kapasitas suplai yang telah disediakan atau sanggup disediakan oleh suatu sistem transportasi. Continue reading

Tata Cara Berlalu Lintas

Oleh : Edi Nursalam, SE,ATD,MsTR (Widyaiswara Ahli Madya)

Indonesia adalah negara yang paling tinggi korban kecelakaan lalu lintasnya di Asia tenggara. Berdasarkan data yang ada pada tahun 2009 telah terjadi 56.000 kali kecelakaan lalu lintas dengan jumlah korban yang menggal sebanyak 20.200, berarti ada 50 orang mati sia-sia dinegeri ini. Penyebab utma kecelakaan tersebut adalah factor kelalaian manusia yang antara lain disebabkan oleh kurang disiplinnya pemakai jalan mentaati peraturan lalu lintas yang ada.

Continue reading

Mengenal Rambu-Rambu Lalu Lintas

Oleh : Edi Nursalam, SE,ATD,MsTR (Widyaiswara Ahli Madya)

Rambu lalu lintas adalah salah satu fasilitas keselamatan lalu lintas yang termasuk dalam kelompok alat perlengkapan jalan dalam bentuk tertentu yang memuat lambang, huruf, angka, kalimat dan/atau perpaduan di antaranya, yang digunakan untuk memberikan peringatan, larangan, perintah dan petunjuk bagi pemakai jalan. Rambu lalu lintas sangat dibutuhkan untuk menciptakan suatu ruas jalan yang sesuai dengan standard keselamatan. Sauatu ruas jalan yang tidak dilengkapi dengan rambu lalu lintas sesuai dengan kebutuhan teknis untuk ruas jalan tersebut akan menimbulkan kondisi yang rawan kecelakaan bagi pengguna jalan tersebut. Continue reading

Penumpang Diatap Kereta Api

Oleh : Edi Nursalam, SE,ATD,MsTR (Widyaiswara Ahli Madya)

Berjubelnya penumpang kereta api setiap harinya disemua jurusan kereta  Jabodetabek menunjukkan bahwa angkutan kereta api masih di sukai oleh masyarakat. Namun yang membuat kita miris adalah masih banyaknya penumpang kereta api yang terpaksa menantang maut dengan jalan naik keatas atap kereta api. Kejadian ini disamping sangat berbahaya bagi keselamatan jiwa penumpang juga sebagai indikator kurang pedulinya aparat penegak hukum maupun PT. Kereta api terhadap keselamatan penumpang dan peyananan transportasi umum yang baik. Padahal disetiap stasiun sudah ada spanduk yang berisi larangan bahkan acaman hukuman bagi penumpang yang masih nekad naik keatas atap kereta. Alasan utama penumpang untuk naik keatap kereta adalah karena tidak cukupnya kapasitas kereta untuk menampung jumlah penumpang khususnya pada pagi dan sore hari. Alasan lain mungkin juga tidak mau berdesakan bnersama penumpang lain. Apalagi pada  sore hari pada saat pulang kantor, kereta ekonomi yang dilengkapi ABCD (angin berhembus campur debu) ini kelihatan sangat pengap, karena lampunya banyak yang mati, kipas angin pada rusak serta bercampur aduknya BB  diantara penumpang.  Sedangkan alasan mengelak untuk membayar karcis mungkin agak sedikit. Karena kereta ekonomi yang penuh sesak pada pagi dan sore hari itu dapat dikatakan tidak pernah diperiksa tiketnya. Mungkin untuk berdiri saja susah apalagi mau diperiksa.

Continue reading

Manajemen Persimpangan

Oleh : Edi Nursalam, SE,ATD,MsTR (Widyaiswara Ahli Madya)

Persimpangan adalah salah satu simpul dalam jaringan transportasi dimana dua atau lebih ruas jalan bertemu. Simpul ini menjadi titik pertemuan arus yang berbeda arah dan berbeda kecepatan sehingga menjadikan persimpangan seabagi sebuah titik yang paling rawan terjadinya permasalahan lalu lintas seperti kemacetan, kecelakaan. Untuk mengendalikan konflik ini ditetapkan aturan lalu lintas untuk menetapkan siapa yang mempunyai hak terlebih dahulu untuk menggunakan pesimpangan.dan antrian kendraan sebagai akbibat waktu tunda yang harus dialaminya pada saat menungggu giliran untuk jalan. Pertemuan arus yang berbeda tersebut dalam istilah traffic engineering atau ilmu rekayasa lalu lintas disebut dengan titik konflik.

Continue reading