Home » Artikel » Pergeseran Paradigma Metode Penyelenggaraan Diklat PNS

Pergeseran Paradigma Metode Penyelenggaraan Diklat PNS

Oleh : Octadian Pratiwanggono

1.         Pendahuluan

Lembaga Administrasi Negara (LAN) selaku pembina diklat Aparatur Sipil Negara (ASN) telah melakukan pergeseran paradigma diklat PNS, dengan melakukan perbaikan pola penyelenggaraan diklat kepemimpinan untuk jenjang diklat kepemimpinan tingkat IV, tingkat III, tingkat II maupun tingkat I. Perbaikan pola diklat dilakukan melalui Peraturan Kepala LAN Nomor 17, 18, 19 dan 20 Tahun 2015 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kepemimpinan Tingkat IV, III, II dan I.

Melalui pedoman penyelenggaraan diklat kepemimpinan tingkat IV, III dan II, Lembaga Administrasi Negara telah melakukan pergeseran paradigma diklat PNS. Pergeseran paradigma penyelenggaraan diklat dimaksudkan bahwa dalam setiap penyelenggaraan diklat, diharapkan dapat diwujudkan secara nyata dampak dari penyelenggaraan diklat. Dampak secara nyata dari penyelenggaraan diklat kepemimpinan tingkat IV, III dan II adalah adanya perubahan yang dilakukan oleh peserta diklat.

Perubahan dalam hal ini adalah perubahan dalam penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi organisasi dimana jenjang peserta diklat berada. Perubahan dimaksudkan adalah perubahan peningkatan pelayanan dalam tugas pokok dan fungsi organisasi. Dalam setiap penyelenggaraan diklat diharapkan akan terdapat banyak perubahan yang diperlukan oleh organisasi dimana peserta diklat bertugas.

Untuk mendapat inovasi dan gagasan perubahan dapat diperoleh dari pelaksanaan “Benchmarking” pada institusi yang dipandang dapat memberikan gagasan baru untuk peningkatan pelayanan organisasi. Skala prioritas perubahan dapat dilakukan melalui “diagnostic reading”. Diagnostic Reading merupakan proses pendiagnosaan terhadap organisasi. Diagnosa dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengukur tugas pokok dan fungsi yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Dalam pelaksanaan perubahan pelayanan tugas pokok dan fungsi organisasi peserta diklat dapat mengemas kegiatan perubahan dimaksud dalam bentuk “Proyek Perubahan”. Proyek Perubahan merupakan keseluruhan kegiatan yang sistematis, terstruktur dan terukur dalam implementasi perubahan. Pelaksanaan proyek perubahan diharapkan dapat melakukan perubahan positif untuk meningkatkan kinerja organisasi.

Web Pak Octa 1

Gambar 1 Tahapan Penyelenggaraan Diklat Kepemimpinan Tingkat III dan IV

 Dalam penyelenggaraan diklat Kepemimpinan telah ditetapkan dilaksanakan melalui 5 (lima) tahapan, meliputi :

  1. Tahap I       :    Diagnosa (On Campus)
  2. Tahap II      :    BT-1 Taking Ownership (Off Campus)
  3. Tahap III     :    Merancang perubahan (On Campus)
  4. Tahap IV    :    BT-2 Leadership Laboratory (Off Campus)
  5. Tahap V     :    Tahap Evaluasi (On Campus)

Dengan lima tahapan penyelenggaraan diklat akan dapat diwujudkan hasil penyelenggaraan diklat dalam memberikan kompetensi kepada para peserta diklat untuk melakukan perubahan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi dalam organisasi dan merupakan tugas sehari-hari yang harus dilakukan. Perubahan tentunya menuju kepada perubahan yang lebih baik, lebih cepat, lebih efisien dan lebih efektif dalam melaksanakan tugas, sehingga diharapkan kinerja organisasi akan lebih optimal.

2.         Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Teknis

Pada saat ini Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan menyelenggaraan diklat teknis di bidang transportasi yang bersifat manajemen, yaitu diklat Keselamatan Transportasi dan Diklat Perencanaan Transportasi. Dalam penyelenggaraan diklat keselamatan dan perencanaan transportasi belum mempertimbangkan metode penyelenggaraan diklat pola baru yang telah dilaksanakan di Diklat Kepemimpinan.

Diklat keselamatan dan perencanaan masih menggunakan metode penyelenggaraan dengan pemberian materi atau pembelajaran, selanjutnya akan melaksanakan kunjungan lapangan untuk melakukan pantauan lapangan yang dilakukan oleh peserta, dengan mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan dan peserta diminta untuk mendiskusikan konsep perencanaan transportasi di wilayah yang dikunjungi. Peserta diminta memberikan penyajian dengan memyampaikan situasi dan kondisi serta sarana masukan dari peserta diklat.

Adopsi terhadap metode penyelenggaraan diklat dengan 5 (lima) tahapan dalam penyelenggaraan diklat Kepemimpinan dapat dilaksanakan untuk diklat teknis maupun manajerial. Adopsi terhadap metode penyelenggaraan diharapkan bahwa setiap penyelenggaraan diklat diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan untuk orgnasisasi atau unit kerja dimana peserta bekerja. Dengan adopsi metode penyelenggaaraan dimaksud diharapkan peserta diklat yang mengikuti diklat juga akan sesuai dengan tujuan penyelenggaraan diklat.

3.         Kebutuhan Kompetensi PNS

Setiap pegawai telah memiliki jabatan, baik itu jabatan struktural maupun jabatan fungsional. Pada umumnya setiap pegawai memiliki jabatan fungsional yang melekat pada dirinya masing-masing. Dengan jabatan fungsional yang melekat pada setiap pegawai tentunya setiap pegawai memiliki kompetensi yang spesifik sesuai dengan kebutuhan komptensi pada setiap jabatan fungsionalnya.

Setiap pegawai negeri sipil memiliki fungsi yang cukup signifikan bagi kinerja organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Untuk mencapai tujuan organisasi, tentunya organisasi dimaksud memerlukan komptensi. Kompetensi organisasi akan didistribusi kepada seluruh pegawai yang ada dalam organisasi. Setiap pegawai akan diberikan bagian tertentu dari kebutuhan kompetensi organisasi. Kompetensi yang diperlukan organisasi akan dibagi habis kepada seluruh pegawai yang tersedia.

Dengan pembagian kompetensi organisasi yang diberikan kepada setiap pegawai, tentunya untuk meningkatkan kompetensi pegawai diperlukan diklat yang mengikuti perkembangan teknologi dan informasi yang berkembang. Diklat diharapkan menjadi pusat pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi untuk kebutuhan percepatan pencapaian tujuan organisasi.

4.         Tantang Kebutuhan Diklat Masa Depan

Diklat diharapkan dapat memberikan peningkatan kompetensi yang diperlukan oleh SDM Perhubungan dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya di organisasi. Tantangan beban pekerjaan yang harus dilaksanakan semakin waktu tentunya akan semakin banyak, berat dan kompleks. Untuk dapat melaksanakan tugas pokok yang memiliki beban tugas yang banyak, berat dan komplek diperlukan keahlian, ketrampilaan serta perilaku yang menunjukan sebagai pegawai yang profesional dalam bidang tugasnya.

Dengan tugas pokok dan fungsi yang semakin banyak, berat dan kompleks tentunya untuk meninggalkan tempat kerja akan semakin sulit. Pegawai akan tetap terus bekerja untuk melaksanakan tugasnya. Dengan demikian, penyelenggaran diklat dituntut untuk dapat selalu meningkatkan kompetensi pegawai dengan menggunakan metode pendidikan dan pelatihan jarak jauh.

Pendidikan dan pelatihan jarak jauh yang membedakan dalam penyampaian materi diklat yang hendak disampaikan, namun dalam tahapan metode penyelenggaraan diklat tetap dapat menggunakaan pendekatan diklat kepemimpinan. Bahwa setiap penyelenggaraan diklat harus dapat mewujudkan sasaran capaian penyelenggaraan diklat dengan meningkatkan kompetensi peserta diklat dengan melaksanakan kegiatan perubahan sesuai dengan bidang tugas sehari-hari dalam bidang teknis maupun manajerial umum.

5.         Pembuktian Hasil Pendidikan dan Pelatihan

Dalam penyelenggaraan diklat harus ditekankan dalam pencapaian sasaran penyelenggaraan diklat, bahwa dalam penyelenggaran diklat setiap peserta harus mampu melaksanakan kegiatan sesuai dengan kebutuhan kompetensi yang diperlukan. Untuk membuktikan bahwa setiap peserta telah mendapatkan kompetensi yang sesuai dengan diklat yang diikuti, maka evaluasi kepada peserta tidak hanya dilakukan evaluasi tertulis, namun evaluasi praktek langsung menjadi kunci keberhasilan dalam penyelenggaran diklat.

Peserta harus lebih banyak melaksanakan kegiatan langsung untuk melaksanakan perubahan dalam pelaksanaan kegiatan perkantoran sehari-hari. Peserta diminta untuk selalu memiliki kemampunan dalam menemukan inovasi, ide-ide, gagasan, terobosan maupun pemikiran yang sifatnya untuk memperbaiki kinerja organisasi ataupun tugas pokok sehari-hari.

Evaluasi praktek langsung juga perlu dilaksanakan melalui kegiatan perubahan. Kegiatan perubahan merupakan kegiatan yang dirancang dan dilaksanakan oleh peserta dalam menyelesaikan permasalahan tugas sehari-hari yang harus dilaksanakan.

Pembuktian hasil pendidikan dan pelatihan diwujudkan dengan terlaksananya kegiatan perubahan dalam pelaksanaan tugas pokok sehari-hari bagi peserta diklat untuk meningkatkan kinerja pegawai bersangkutan. Dengan pembuktian dimaksud tentunya ke-profesionalan peserta dalam melaksanakan tugas sesuai dengan kebutuhan komptensinya dapat diwujudkan.