Home » Berita » SEMINAR KEBANGSAAN 2019

SEMINAR KEBANGSAAN 2019

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memberikan arahan dalam Kegiatan Seminar Kebangsaan yang berlangsung di Senayan

Kementerian Perhubungan bersama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) menggelar seminar bertemakan kesatuan dan persatuan bangsa. Lemhannas mengatakan saat ini Indonesia mengalami kerusakan kultural akibat arus globalisasi.

“Globalisasi menggarap kultural, artinya merusak norma sistem nilai dan perilaku. Jika terus, maka kerusakan integritas, identitas ganda, nasionalisme pudar. Globalisasi sudah masuk ke Indonesia dan sudah terjadi kerusakan kultural di Indonesia. Indonesia ada perubahan sosial. Gotong royong sudah tidak, mufakat sudah kita tinggalkan,” kata Tenaga Profesional Lemhannas RI Laksda TNI (Purn) Robert Mangidaan dalam pemaparannya di Basketball Hall, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (7/8/2019).

Robert mengatakan kerusakan kultural itu menimbulkan krisis identitas dan integritas bangsa. Ia menyebut karakteristik yang dimiliki bangsa Indonesia perlahan memudar.

“Kerusakan ini merusak karakter bangsa yang terjadi di republik ini. Terbuka saja, menimbulkan krisis integritas, kedua krisis identitas, penghormatan pada nilai bangsa krisis, lalu Indonesia mengalami krisis nasionalisme,” ucapnya.

Ia pun mengingatkan Indonesia agar percaya kepada kekuatan sendiri. Menurut Robert, saat ini Indonesia tengah menghadapi proxy war.

“Kita bicara NKRI persatuan dan kesatuan, gampang berslogan, tapi melaksanakan ini berat. Jangan berharap ke orang lain, apalagi predator state, kita bersandar pada kekuatan sendiri,” ujar Robert.

Di lokasi, turut hadir Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, Tenaga Profesional Lemhannas RI, dan jajaran Kemenhub. Seminar ini bertajuk ‘Bergandeng Tangan Membangun Negeri Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan’.

Melalui seminar ini, Budi berharap Indonesia makin mewaspadai ancaman yang dihadapi bangsa. Ia ingin seluruh elemen bangsa benar-benar memahami esensi Pancasila dan UUD 1945.

“Kita tentu ingin menghantarkan peringatan 17 Agustus yang ke-74 dengan kegiatan yang bermanfaat. Karenanya, di tengah situasi ini, kita ingin merayakan kemerdekaan, tapi banyak sekali upaya-upaya kegiatan mengurangi kewibawaan dan mengurangi nilai-nilai itu,” ucap Budi.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut, Kapusbang SDM Aparatur Perhubungan, Ibu Sri Lestari Rahayu beserta jajaran pejabat dan staff Pusbang SDM Aparatur Perhubungan.

Ibu Sri Lestari Rahayu bersama jajaran Pejabat Kementerian Perhubungan